Untuk pertama kalinya, Tian mendatangi rumah ini. Rumah yang baru ia ketahui menjadi milik seseorang yang paling ia benci. "Tuan saya harap anda tidak gegabah." Atha kembali bersuara setelah keterdiaman nya selama perjalanan tadi. "Kau yakin dia ada di sini?" "Iya, Tuan." Pintu utama terbuka, menampilkan sosok yang Tian cari. "b******k!" Bugh... "Tuan!" Seru Atha. Gerakan tiba-tiba yang cukup mengejutkan. Bugh... "Tuan, hentikan tuan!" Teriak Atha, saat Tian melayangkan pukulannya kembali. Ia mencoba meraih lengan Tuannya, menariknya untuk menjauh dari sang korban. "Lepaskan aku!" Tangan Atha dihempaskan cukup kuat oleh Tian, ia datangi lagi korbannya dan melayangkan satu pukulan tambahan disertai tendangan dari lututnya pada bagian perut. "Astaga, Tuan! Cukup!" Atha merangk

