Flashback "Kakakmu tidak ada di rumah,ya? Kendaraannya tidak ada" "Ya. Mungkin masih kerja." Tak acuh Tian. Ia mengangkat bahu menandakan keraguannya. Agak kesal sebenarnya, setiap ke rumah yang Cia tanyakan selalu sang kakak. Bosen dengernya. Tidak ada yang lain apa. "Ini sudah malam. Kok masih kerja" "Aku kan bilang, Mungkin. Itu artinya antara Iya dan Tidak Cia. Bisa jadi lembur bisa jadi kemana, entah. Kan dia baru kerja" jawab Tian, ogah-ogahan. "Oh iya, ya" Cia cengengesan sendiri, "bodoh banget emang aku!" "Syukurlah kalau sadar" "Ish, Tian!" Bantal sofa, sukses di lempar tepat di wajah Tian. "Apa? Mau lempar balik? Nangis nih akunya?" Tantang Cia galak. Cia tahu, Tian itu orangnya gak tegaan sama perempuan. Apalagi kalau perempuan itu nangis di depan matanya. "Enggak. Aku

