"Mama, Papa, buka pintunya, ini Joy!" "Mama, Papa!" Bocah kecil itu merengut seraya bersendekap. Ia kesal, Mama Papa nya tidak menghiraukannya. "Mama, Papa! Joy datang sama kakek! Biar Joy suruh Kakek buka pintu ya!" "Ja-jangan, sayang!" Joy mendengar suara Mamanya di sana. Meski begitu dahinya tetap menciptakan kerutan. Ia mendengar suara aneh dan Mamanya tak kunjung membuka pintu. "Buka Mama!" "Mama sedang apa sih?!" Tak berapa lama kemudian, pintu di buka. Menunjukkan wajah merah Anne dan bulir-bulir keringat di dahinya serta pakaian rumahan dress selutut yang tidak dipakai dengan benar. "Mama kok lama?" Joy berkacak pinggang menatap Mamanya. "Joy nunggunya lama tahu." Anne meringis, wajahnya menunjukkan penyesalanu. "Maafin Mama, Joy." "Jangan marahi Mama mu Joy. Mama mu habi

