"Berengsek! Keluar!" Tok ... Tok ... Tok ... "Gery sialan!" "Keluar!" Tak hanya mengetuk pintu, berulang kali Tian juga memencet bel. Sayangnya, pemilik rumah yang ia datangi tidak kunjung keluar. "Berengsek! Keluar! Aku tahu kau di dalam!" Tok ... Tok ... Tok . "Keluar pengecut!" Tian semakin brutal. Ia ketuk pintu itu dengan kerasnya. Tak peduli jika nanti tangannya lecet. Bel rumah di sana pun jadi lampiasan emosinya. "Maaf Tuan anda siapa?" Wanita paruh baya dengan belanjaan di tangannya, menghentikan aksi Tian. Wanita itu terkejut melihat raut wajah Tian, tampak sekali emosi di sana, yang bisa meledak kapan saja. "Kau siapa?!" Bentak Tian. "Sa-ya asisten rumah tangga di rumah ini, Tuan." Wanita paruh baya itu menjawab pertanyaan Tian dengan gugup. Tangannya sedikit gemeta

