Hari sudah berganti, waktu pun menunjukkan pukul 3 dini hari. Dan mata pria ini seolah enggan terpejam. Menurutnya ia harus tetap sadar saat wanita yang tengah di genggamnya ini bangun. Tidak peduli berapa banyak kopi yang harus dikonsumsi. Dalam otak kalian mungkin sudah tersemat nama. Seratus persen tepat. Benar, pria itu adalah Tian dan wanita itu Lucy. Pemeran utama dalam cerita ini. "Anak kita sudah lahir Lucy." Entah sudah berapa kali Tian mengatakan hal yang sama. Biar orang lain bosan mendengar, ia percaya Lucy tidak. "Dia perempuan. Kau tidak ingin melihatnya?" "Kata dokter, kau akan segera sadar. Ternyata mereka bohong. Tenang saja, aku tidak mengeluh hanya karena menunggumu bangun." Tian mengecup tangan Lucy yang tak terpasang infus. "Aku hanya rindu melihat sepasang mata ind

