KEMATIAN KUCING IVAN

1501 Kata

Emma tidak pernah bisa memiliki tempat untuk mengadu. Bicara ke orang tua pun sulit, apalagi ke orang lain yang bisa saja menjadi pengkhianat. Orang lain selalu mengatakan bahwa dirinya kurang mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa, namun orang lain juga lupa bahwa manusia adalah makhluk sosial dan membutuhkan dukungan, pelukan atau perhatian dari sesamanya. Yang orang lain lakukan hanyalah menghakimi dan juga menjauhi orang-orang seperti Ivan. Ivan menangis sambil memeluk tubuh Cantik yang sudah tidak bernyawa. "Kenapa kamu pergi meninggalkan Kakak?" Emma bisa merasakan apa yang dirasakan Ivan, karena dulu dia pernah ada di posisi anak laki-laki itu, kehilangan hewan kesayangan memang sangat menyakitkan. Dilihat dari lukanya, si Cantik mendapat pukulan dari benda tumpul. Namun, Emma t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN