PEMBUNUH KUCING

1141 Kata

Emma tidak ingin memikirkan kelakuan maupun perkataan Hugo, itu sudah menjadi konsekuensinya. Hanya saja kadang kala otak ini pasti memikirkannya kembali. "Saya datang hanya berurusan dengan Ivan, tolong jangan ganggu saya dan dia." "Apakah ada bukti, saya ikut campur? Tuduhan yang sangat menyakitkan." Emma menatap lurus Ahan, lalu melirik pelayan tadi, yang sekarang bersembunyi di belakang punggung Ahan. "Tidak, saya hanya meminta tolong- bukan menuduh kakak ipar ikut campur." Senyum Emma. Ahan tidak suka melihat senyum percaya diri Emma, lalu mendekati adik iparnya. "Ternyata meskipun seekor kucing garong menikah dengan seekor kucing mahal, tetap saja- dia seekor garong. Jika kamu ingin masuk ke dalam lingkungan keluarga kami, harusnya bisa beradaptasi dengan keluarga kami." Emma m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN