"Sebenarnya yang dilakukan dokter Hugo tergolong hebat untuk ukuran dokter hewan yang jarang memegang reptil." "Apa?" Emma menoleh begitu petugas kasir bicara, setelah hampir dua jam merasakan neraka di dalam ruangan bersama ular-ular yang mendesis, dia memutuskan istirahat bersama dengan para kasir dan admin yang berjaga di meja pendaftaran. "Apanya yang hebat?" "Bukankah anda mendapat pendidikan tentang hewan?" tanya kasir dengan bingung. "Bukankah sudah diajarkan mengenai reptil?" "Ya, iya sih. Tapi tetap saja kalau lihat hewan seperti itu, yang ada malah jijik," keluh Emma. "Lagi pula apa hebatnya sih dokter Hugo?" "Dokter Hugo mendengarkan suara ular dengan telinganya dan sangat cepat, jika bukan dokter khusus menangani reptil atau yang pendengarannya bagus. Mungkin tidak akan sec

