----------------------------------- ALYA KIRANA DJATI (POV) : ----------------------------------- Berlama-lama tidur dengan nuansa Solo yang tenang, yang menjadi impianku, pupus sudah. Jantungku kembali berdebar. Kabar dari Mas Bara terlalu mengejutkan. Pantas saja Ibu sejak subuh sudah berisik di dapur, entah apa yang Ibu dan Bibi masak. Padahal sarapan pagi kami hanya nasi goreng telur mata sapi. Oke, tarik nafas, hembuskan! Sekarang apa yang harus aku lakukan. Mandi, siap-siap. Telepon Dimas? Owh, mungkin dia sudah menonaktifkan handphonenya. Tunggu? Dimas ke sini mau ngapain? Sendiri? Sama keluarga? ----------------------------------- "Mas ngapain ke sini?" Hanya itu kalimat pertama dan utama yang sejak awal berputar-putar di kepalaku, akhirnya terceplos juga pada sang

