----------------------------------- ALYA KIRANA DJATI (POV) : ----------------------------------- Dimas seketika bangkit dengan raut panik dan pucat. Ia turun dari ranjang, mondar mandir tidak jelas. Berjalan ke lemari, lalu menutupnya lagi tanpa mengambil apapun. Lanjut ke kamar mandi dan dalam sekejap sudah keluar lagi. Kembali ke ranjang untuk mengusap perutku, kemudian berdiri lagi sembari menyugar rambutnya frustasi. Aku hanya terkekeh melihat respon paniknya. "Kamu ngapain sih, Mas?" "Sayang, ayo ke RS. Aku mesti gimana?" Ia kembali meremas kepalanya, seperti mencari-cari memori pelatihan suami siaga yang pernah kami ikuti selama kehamilan. Tiba-tiba ia menjentikkan jarinya. "Ahh iya. Dokter Dita. Mas telepon Dokter Dita ya?" Sebelum ia berhasil menggulir daftar kontak unt

