Extra (Rendi-Riana 1)

1138 Kata

"Eh maaf." Nampan penuh dengan gelas-gelas teh yang sudah habis isinya ini, hampir saja berjatuhan jika tidak ditangkap oleh sebuah tangan kekar yang lewat di depan Riana. Tangan itu milik salah seorang narapidana yang sudah cukup lama jadi penghuni lapas di sini. Tubuhnya besar dan gagah, hingga membuat tubuh Riana bergetar takut menatapnya.  Laki-laki ini adalah sosok yang sering kali Pak Rahman—Ayah Riana— ceritakan seusai mengikuti kajian di masjid lapas. Setiap malam senin dan kamis.  Bekerja puluhan tahun di sini, membuat pak Rahman menjadi salah satu sosok orang tua yang dihormati para napi karena kearifan dan kerendahan hatinya. Dia sangat akrab dengan hampir semua napi yang setiap jam sholat, berjamaah di masjid. Terutama Rendi, satu-satunya napi yang sanggup mengambil hati Pak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN