Bab 50. Mengiklaskan? Bella melamun menatap jendela dengan tatapan kosong. Tak ada lagi pijar keceriaan dari balik mata jernihnya yang biasanya selalu berpijar penuh ketulusan. Yang tersisa hanya sosok rapuh. Siapapun yang melihatnya pasti akan ikut merasakan apa yang dia rasakan. Gina menatap wanita yang pernah menjadi rival dalam hal mendapatkan cinta. Ikut merasakan rasa pedih yang Bella rasakan. Memang dia pernah membenci Bella karena sudah mengambil Ducan darinya. Akan tetapi, dia sadar bahwa selama ini hanya dialah yang memiliki perasaan kepada Ducan. Sedang lelaki itu tak pernah sekalipun memberikannya harapan. Cintanya bertepuk sebelah tangan dan dia harus menyerah saat ini. Apalagi melihat sosok Ducan yang selalu menyemangati Bella dengan penuh kasih membuatnya tersadar kal

