Bab 52. Persidangan Bella hadir di persidangan dengan menggunakan kursi roda. Wajahnya masih terlihat pucat dengan mata yang masih terlihat sembab. Semua yang hadir ikut merasakan sedih melihat sosok rapuh tersebut. Mereka mencerca sosok dokter pencabut nyawa yang sudah duduk di kursi pesakitan. Wanita itu menatap sosok Bella yang memasuki ruang persidangannya dengan dibantu oleh Ducan yang mendorong kursi roda pasiennya itu. Mata itu menyorot tak suka ke arah Bella, seakan tak merasa bersalah sudah menghilangkan nyawa tak berdosa janin yang sebelumnya bergelung dengan tenang di dalam rahim Bella. Dia cemburu menatap betapa perhatiannya sang pujaan hati itu mendampingi dan melayani wanita penyakitan itu. Lydia masih merasa hanya dirinyalah yang paling pantas mendampingi sosok tampan

