Stella langsung berlari masuk ke dalam kelasnya. Ia bersyukur, karena Nico tidak ke kantin. Ia pun berjalan menghampiri Nico yang sepertinya sedang mengerjakan PR Geografi. "Nico, gue punya berita heboh." Nico mengembuskan napasnya, masih tidak mau melirik Stella. "Lo udah sembuh? Mending lo istirahat aja di rumah lebih lama. Males gue denger suara lo." "Kok lo jahat, sih? Oh, gue tau. Lo udah dapetin Disa, jadi lo nggak butuh gue. Iya, 'kan?" Nico akhirnya mengangkat kepalanya, melihat Stella yang bediri di depan mejanya. "Lo siapa? Sejak lo nyakitin Disa, gue sama sekali nggak mau berurusan lagi sama lo." Stella berdecak. "Astaga, itu udah lewat kali, Nic. Masih aja dibahas. Disa padahal udah biasa aja sama gue." "Gue b

