24. Sadar Rasa Kevin duduk termangu di depan meja makan. Hanya menatap sepiring nasi goreng dihiasi telur ceplok di atasnya dengan begitu saksama. Dia kemudian menjilat bibir bawahnya. Bukan karena begitu tidak sabar untuk menyantap nasi gorengnya kali ini. Tapi, ia kebingungan pagi ini, setelah pengakuan dan perdebatannya dengan Laiqa kemarin. Ah, sungguh, ia tidak tahu siapa yang merasuki dirinya hingga saat ini. Lelaki itu kemudian menangkup wajahnya dengan dua tangan. Dia merasa sangat malu secara tiba-tiba. Ungkapan perasaannya kemarin sama sekali tidak ada manis-manisnya. Bagaimana Laiqa akan terkesan akan itu. Dia justru seperti pemuda lugu yang baru saja merasakan apa itu cinta. Loh, kamu memang baru merasakan apa itu jatuh cinta, Kev. Bisikan meledek dari dalam dirinya send

