25. Sebuah Kebahagiaan

1464 Kata

25. Sebuah Kebahagiaan “Kamu gugup?” Kevin melirik Laiqa penuh kehangatan. Mereka berencana menemui Wirda hari ini, untuk sedikit meluruskan masalah yang terjadi sebelumnya. Dan di sinilah mereka berada. Di depan pintu utama rumah Wirda. Laiqa melirik jemarinya yang digenggam erat oleh Kevin dan tersenyum kecil. “Sepertinya bukan aku saja yang gugup.” Sadar akan dirinya sendiri yang juga mengais-ais keberanian dari Laiqa, Kevin pun meloloskan tawa. Pada akhirnya mereka memang sama-sama menguatkan. “Kamu takut Mama masih marah dengan kita?” tanya Laiqa lirih, sembari terus mengayun langkah memasuki rumah Wirda. Bibi mengatakan jika Wirda sedang meminum teh di halaman belakang. “Hanya marah padaku, La.” Kevin mengingat. Wirda justru terlalu bersemangat mendukung Laiqa untuk berpisah d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN