Epilog Kevin Hadiyaksa bergerak mendesak ke arah tubuh Laiqa dalam dekapannya. Mempererat lingkar lengannya di tubuh mungil nan lembut yang membuat paginya begitu hangat dan indah. Dia mengulas senyuman di sela-sela rambut sang istri. Masih dengan kelopak mata yang menutup. Rasanya tidak ingin beranjak seinchi pun dari ranjang. Tak rela mengurai kehangatan paginya ini. Sayangnya, keinginannya untuk menetap di ranjang sepagian ini, atau bahkan seharian ini harus pupus karena Laiqa jelas tak satu pemikiran dengannya. Perempuan itu terjaga. Mengerjap pelan dan menggerakkan tubuh, mengurai pelukan Kevin secara perlahan. Laiqa menguap, menatap langit-langit kamar yang putih bersih. Dia mengusap matanya, baru kemudian menoleh ke arah Kevin yang masih terlelap. “Kev, bangun, sudah pagi,” kat
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


