Mengenakan dress selutut dengan motif bunga-bunga, gadis itu berjalan menyusuri jalan. Irama langkah yang riang didukung sneaker putih hasil ia mencari cari barang diskon midnight sale jelang pergantian tahun, membuat langkahnya semakin gesit dan ringan melewati genangan.
Besok adalah jatah Airin libur bekerja. Dalam satu bulan, Banyu memberikan 2 kali kesempatan untuk anak buahnya mengambil libur. Asal, harus sesuai jadwal dan saling bergantian.
Dan malam ini, sengaja ia mengambil jatah libur dua hari itu sekaligus untuk bisa lebih menikmati masa liburannya.
Selepas menyelesaikan tugasnya di shift pagi, gadis itu buru-buru berkemas. Menyiapkan segala keperluan untuk rencana yang sudah ia buat dari beberapa hari sebelumnya.
Rambut panjang yang di kuncir satu, membuatnya bergerak ke kanan kiri mengikuti langkah kaki.
"Ke Pemalang kan, Pak?" tanya Airin memastikan.
"Iya, Mbak. Naik aja naik. Ini bentar lagi juga berangkat."
"Yaudah, Pak. Berapa?" Airin mengacungkan selembar uang kertas warna merah kepada calo yang memang sudah menghadang para calon penumpang di tiap-tiap pintu bis.
"Masih kembalian, kok," katanya sambil mengembalikan selembar uang kertas warna hijau kepada Airin.
Tanpa banyak basa-basi, segera gadis itu menaiki bis