4

3178 Kata

Hari masih pagi. Matahari bersembunyi di antara rerimbunan pohon kamboja.  Suasana pemakaman terasa sepi. Hanya nampak beberapa peziarah, dan seorang penjaga makam.  "Maklum, hari biasa, kang. Kebanyakan dari mereka hanya mengingat orang-orang terkasih yang sudah lebih dulu pergi, hanya pada hari hari tertentu. Ada bahkan, yang benar-benar dilupakan begitu saja," kata seorang lelaki paruh baya yang sehari harinya ditugaskan untuk membersihkan makam.  Rifa'i mengangguk. "Sekarang ini, banyak manusia telah kehilangan sisi kemanusiaannya. Terlalu menikmati hidup seolah mereka tidak mati. Semoga kita termasuk orang-orang yang masih memiliki hati nurani."  "Aamin. O iya, akang akang sama teteh tetehnya mau ziarah ke makam siapa? Sepertinya saya baru pertama kali ini lihat kalian di sini. B

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN