Extra Part

2194 Kata

5 tahun kemudian... “Bu, Ayah kok gak pernah anterin Acha ke sekolah?” Kai yang sedang mencuci piring menolehkan kepalanya pada sang buah hati yang sedang duduk santai di dekat wastafel sambil bermain busa sabun di tangannya. “Kan Ayah kerja nak, Emang Acha gak suka di anter sama Ibu?” “Suka kok Bu, tapi suka banget kalau bareng sama Ayah juga” Kai hanya tersenyum tipis dan kembali melanjutkan aktivitas cuci piringnya. Tasha berkembang dengan cepat. Anak itu sangat cerdas diusianya yang baru menginjak 5 tahun. Sifatnya dan Kai nyaris sama. Cerewet dan hiperaktif. “Tadi pagi Abang dianterin sama Ayahnya, pas pulang juga di jemput Ayahnya” ucap Tasha lagi memecah keheningan. Abang yang dimaksud Tasha adalah Langit, sepupunya. Tasha mengucapkan kalimat itu tanpa beban, tetapi

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN