5 tahun kemudian... “Bu, Ayah kok gak pernah anterin Acha ke sekolah?” Kai yang sedang mencuci piring menolehkan kepalanya pada sang buah hati yang sedang duduk santai di dekat wastafel sambil bermain busa sabun di tangannya. “Kan Ayah kerja nak, Emang Acha gak suka di anter sama Ibu?” “Suka kok Bu, tapi suka banget kalau bareng sama Ayah juga” Kai hanya tersenyum tipis dan kembali melanjutkan aktivitas cuci piringnya. Tasha berkembang dengan cepat. Anak itu sangat cerdas diusianya yang baru menginjak 5 tahun. Sifatnya dan Kai nyaris sama. Cerewet dan hiperaktif. “Tadi pagi Abang dianterin sama Ayahnya, pas pulang juga di jemput Ayahnya” ucap Tasha lagi memecah keheningan. Abang yang dimaksud Tasha adalah Langit, sepupunya. Tasha mengucapkan kalimat itu tanpa beban, tetapi
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


