EPILOG

1698 Kata

Kontraksi.. Awalnya terasa biasa saja, tetapi semakin besar pembukaan rasanya juga semakin luar biasa. Apalagi tak ada Alfath di sisinya. Pria itu sedang melaksanakan misi beberapa hari ini, dia sudah memastikan akan kembali sebelum kelahiran anak mereka, tetapi anak mereka sepertinya memilih ingin keluar sebelum Ayahnya datang. Kai mengusap perutnya dengan tangannya yang bebas. Rasanya sungguh tidak nyaman. Kai duduk dengan gelisah di atas brankar rumah sakit, lalu berbaring lagi, dan kembali duduk. Wajahnya dipenuhi keringat, baru bukaan 6 rasanya seluruh tubuh Kai akan remuk. Entah sudah berapa lama Kai menangis tetapi kontraksi yang ia alami sejak pagi hari dan kini sudah lepas maghrib rasanya semakin kuat. "Sabar ya nak, tahan sakitnya. Pasti bisa" Maminya yang sejak tadi sian

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN