Karena rasa pusing dan mualnya yang tidak beralaskan setiap kali memasuki kamar, Zayn pada akhirnya tidur di sofa di hadapan perapian selama beberapa hari ini. Sedang terjadi badai salju di luar, suhu menjadi turun drastis. Zayn meringkuk di atas sofa ketika tiba-tiba saja keinginan untuk keluar dari sana timbul semakin besar. Zayn menggertakkan giginya yang kedinginan dan nyaris mengumpat jengkel. Dia berdiri dan memeluk selimut tebal di tubuhnya, lalu berjalan menyusuri ruang tamu menuju pintu utama. “Oh please, ini gila,” gerutu Zayn, membuka pintu itu dan berdiri mematung membiarkan tiupan angin yang sangat dingin menerpanya. Namun dorongan di dalam dirinya itu semakin besar. “Aku sudah gila,” gerutu Zayn lagi, sesaat sebelum dia melepas selimutnya dan berdiri di teras dengan tub

