tidak semua perjodohan berakhir baik ataupun berakhir buruk, namun apakah akan mudah atau sulit?? apakah keduanya memilih bertahan atau hanya satu pihak saja, sedangkan yang satunya berjalan menjauh...
Dewa baru sampai dirumahnya dan melihat mama dan papa nya terlihat begitu serius membicarakan sesuatu hingga tidak sadar akan kepulangan Dewa.
" ma, pa udah malam kenapa belum tidur? " tanya Dewa
" mama dan papa nunggu kamu Dewa, " jawab mama Dewi
" nunggu Dewa? kenapa ma? " tanya Dewa lagi
" kamu duduk dulu Dewa dan dengarkan apa yang mama kamu ingin katakan" kata papa Haris
" bicara aja ma, " kata Dewa
" begini Dewa, kamu tau kan kalau keluarga kita dan keluarga Anika bersahabat sudah lama, bahkan sejak mama masih gadis mama dan om Yuda sudah bersahabat hingga kamu sudah memiliki keluarga masing-masing. kamu juga sudah sejak kecil dekat dengan keluarga mereka terutama dengan Anika, kamu sudah sangat mengenal Anika dan Anika sudah seperti anak mama sendiri" jelas mama Dewi
" iya ma, lalu? " tanya Dewa bingung ke mana arah bicara mama nya ini
" mama ingin Anika benar-benar menjadi anak mama Dewa, mama ingin kamu dan Anika menikah. sebenarnya kamu dan Anika sudah di jodohkan sejak kecil mama sudah berjanji pada almarhum om Yuda akan menikahkan kamu dengan Anika, dan mama rasa ini waktu yang tepat Dewa kamu sudah bekerja dan kesehatan mama juga terus menurun mama ingin segera menunaikan janji mama pada om Yuda " ucapan mama dengan suara sedikit bergetar
" ma, dengar Dewa, Anika sudah menjadi anak mama sejak dulu, Anika baru berumur 21 tahun ma belum tentu Anika mau menikah sekarang dan dengan Dewa ma, Anika punya kehidupan dan pilihan sendiri Dewa tidak mau memaksakan Anika ma"
" apa kamu tidak menyayangi Anika? " tanya mama lagi
" sangat ma.. "
" lalu? mama bisa lihat Dewa tatapan kamu ke Anika bukan tatapan seorang kaka ke adiknya, kamu melihat Anika seorang wanita dan mama tau kamu suka sama Anika, usia 21 tahun sudah cukup Dewa Anika juga anak yang dewasa kamu juga pasti bisa membimbing Anika, ini permintaan terakhir mama Dewa " kata mama sambil menangis dalam pelukan suaminya
" ma, Dewa menyayangi Anika tapi Anika hanya menganggap Dewa kaka nya ma, dan Dewa... " ucapan Dewa terputus berfikir apa ia yang ia rasakan pada Anika
" mama ingin menunaikan janji mama pada om Yuda Dewa, dan Anika adalah wanita yang baik "
" Dewa akan menikahi Anika ma, " jawab Dewa lagi, Dewa langsung memeluk mamanya
" papa yakin pilihan ini tepat Dewa "
" semoga pa, semoga Anika tidak menolak perjodohan ini " ucap Dewa
Dewa masuk ke kamarnya duduk di sofa di kamarnya menyandarkan kepalanya menatap langit langit kamarnya. memikirkan apa pilihannya benar? apa Anika mau menikah dengannya?apa yang ia rasakan selama ini pada Anika? banyak sekali pertanyaan yang muncul di pikiran Dewa hingga ia tertidur di sofa
pagi itu hari sabtu Anika tidak kerja dan tidak kuliah, selesai mandi Anika membantu ibu dan kak Yana membuat sarapan. Yana adalah istri Rama kaka Anika yang masih tinggal serumah dengan ibu dan Anika juga Sita. selesai membuat sarapan mereka sarapan bersama. Rama, Ibu, Sita, kak Yana dan Anika, juga Riri anak Rama yang ada di pangkuan ayahnya saat ini, suasana yang sudah biasa mereka lakukan makan bersama sambil membicarakan semua hal. kehadiran Riri membuat suasana semakin ramai
" Anika " panggil ibu memulai pembicaraan
" iya buk, " jawab Anika melihat ke ibu
" ada yang ingin ibu dan Rama bicarakan dengan kamu habis setelah ini"
" bicara aja buk, " jawab Anika
" gini Anika, kamu tau kan keluarga kita dan keluarga om Haris sudah sangat dekat, mereka sudah menganggap kamu seperti anak mereka sendiri, dan Dewa kamu sudah sangat dekat dengan Dewa " ucap Rama panjang lebar
" iya Mas, lalu" tanya Anika bingung
" mas dan ibu mau kamu menikah dengan Dewa secepatnya " ucap Rama lagi
" Ha? Anika menikah dengan mas Dewa? " Anika tertawa dan mengira yang di ucapkan Rama hanya lelucon
" mas Rama nggak salah? mas Dewa seperti kaka buat Anika sama seperti mas Rama, nggak lucu tau mas pagi pagi udah becanda gini "
" mas serius Anika, ayah dan tante Dewi sudah menjodohkan kamu dan Dewa sejak kecil dan kamu ingat Anika keluarga om Haris dan tante Dewi yang membantu kita melewati masa masa sulit kita, dan mereka masih mau meneruskan perjodohan ini walau ayah sudah tidak ada dan keadaan keluarga kita begini" ucap Rama lagi membuat Anika terdiam tidak percaya dengan ucapan Rama yang terdengar sangat serius ini
" mas Rama, ibuk, umur Anika baru 21 tahun dan mas Dewa, nggak mungkin buk mas Dewa seperti kaka Anika nggak mungkin nikah buk, dan ibu dan mas Rama tau sendiri baru 2 tahun ini Anika bisa menikmati hidup seperti orang lain, bisa berteman, kumpul kumpul, jalan jalan, membeli apa yang Anika inginkan, kuliah.... Anika nggak mau kehilangan itu semua buk. Anika masih mau menikmati hidup Anika seperti ini dan masih banyak yang ingin Anika capai, dan menikah bukan hal yang Anika pikirkan dan Anika inginkan sekarang ini, masih jauh buk. dan perjodohan, ini tahun berapa buk pakai di jodohkan segala, udah nggak zamannya buk. Anika ingin menikah dengan lelaki pilihan Anika seperti ayah dan ibuk hanya maut yang memisahkan dan itu masih lama. lihat mas Rama dan mbak Ana mereka memilih pasangan mereka sendiri, anika juga mau seperti itu. dan jika ini perjodohan kenapa nggak dengan mbak Ana, kenapa Anika kan umur mas Dewa dengan mbak Ana nggak jauh. " protes Anika
" dengar ibu nak, mbak Dewi ingin menunaikan janji nya pada ayah kamu. Dewa juga sudah kerja dan mapan, Dewa pasti bisa membimbing dan melindungi kamu, hidup kamu akan berkecukupan. " ucap Ibu lagi meyakinkan
" buk, Anika sudah cukup bahagia dengan kehidupan kita yang sekarang ini, walau tidak mewah tapi cukup. masih banyak hal yang ingin Anika capai buk, pernikahan hanya akan menghambat semua yang ingin Anika lakukan"
" Anika ingat keluarga kita banyak berhutang budi pada keluarga om Haris dan keinginan mereka ini tidak akan merugikan kamu, kamu juga akan memenuhi keinginan terakhir ayah kita" kata Rama dengan nada tegas
" jadi Anika akan jadi alat untuk melunasi hutang itu? Anika jelas rugi mas, Anika punya pilihan dan jalan hidup Anika sendiri. Anika nggak bisa!! " ucap Anika dan langsung berdiri meninggalkan meja makan dengan ibu yang menangis dan Rama yang kesal dengan keras kepala Anika
" pelan pelan mas jangan di paksa nanti Anika malah semakin memberontak dan menolak, ibu juga sabar ya" Yana menenangkan suami dan ibu mertuanya
" tapi tante Dewi menginginkan pernikahan secepatnya karena kesehatannya terus menurun ia ingin menunaikan janjinya ke ayah yana, namun melihat penolakan Anika tadi Rama jadi bingung buk, Anika itu keras kepala. padahal Anika sangat dekat dengan Dewa bahkan melebihi kedekatan nya dengan mas kaka kandungnya, kenapa malah menolak Dewa pria yang baik dan pasti bisa menjaga dan membimbing Anika, usia bukan jadi alasan, 21tahun sudah cukup dewasa" ucap Rama lagi. ibu hanya diam bingung menghadapi Anika
Anika pun memilih untuk pergi jalan jalan. padahal ia berencana di rumah saja hari ini dan bermain dengan Riri. tapi pembicaraan tadi pagi membuatnya kesal dan tidak habis pikir dengan kaka dan ibunya. Anika pergi menemui Arya dan jalan ke pantai dengan Arya.
" kamu kenapa sayang? " tanya Arya yang melihat sikap Anika berbeda
" hm, nggak papa " jawab Anika seadanya
" nggak papa gimana, kamu lagi sama aku tapi pikiran kemana-mana, udah jarang ketemu sekarang malah dicuekin "
" Arya, kamu ada rencana menikahi Anika? " tanya Anika tiba-tiba membuat Arya tersedak
" kamu, kenapa tanya gitu? " tanya Arya bingung
Anika hanya cemberut menunggu jawaban Arya
" tentu aja sayang, aku akan mengumpulkan uang dan kita akan menikah 2 tahun lagi. aku akan berusaha agar bisa menjadi seseorang yang layak untuk kamu, agar aku bisa dengan percaya diri meminta kamu pada orang tua kamu" jawab Arya serius membuat Anika senang
" aku ingin menjadi layak untuk kamu Anika, saat ini kamu tau sendiri aku hanya pegawai honorer. masih belum bisa membahagiakan kamu, belum bisa memberikan hidup yang layak untuk kamu Anika "
" kita akan usaha sama sama Arya, Anika hanya ingin menikah dengan kamu "
" aku juga sayang"
Anika dan Arya lalu berjalan berpegangan tangan di pantai. Anika sesaat lupa dengan masalah yang ia bicarakan dengan ibu dan Rama tadi pagi. Anika dan Arya sudah pacaran cukup lama, namun Anika selalu bisa menjaga diri begitu juga Arya. pacaran mereka hanya sebatas berpegangan tangan, mencium pipi dan kening saja.
sore itu dengan malas Anika pulang kerumah dan langsung menuju kamarnya dan menguncinya. Anika tidak ingin membahas masalah yang ia anggap konyol itu. sampai malam pun Anika tidak keluar dari kamarnya. dua juga tidak membalas chat dari Dewa. Anika berfikir menjauh dari Dewa adalah jalan keluar dari perjodohan ini. walau ada sedikit rasa sesal Anika karena tidak bisa mewujudkan keinginan ayahnya. Anika juga sangat sayang pada mama Dewi dan papa Haris orang tua Dewa, namun menjadi bagian dari keluarga itu dengan menikah dengan Dewa sangat mustahil bagi Anika.
" menikah dengan kaka sendiri... mustahil!!! " racau Anika memikirkan masalah ini.
Anika pun menutup mukanya dengan selimut dan mencoba untuk tidur. namun masalah ini benar benar membuat otaknya berfikir ektra. Anika pun membaca semua chat dari Dewa tapi tidak ia balas.