Dinding Musuh

1282 Kata

Pintu kayu besar itu tertutup rapat, meninggalkan Bara berdiri diam di tengah kabut yang makin pekat, dikelilingi barisan pasukan bersenjata yang kini bergerak perlahan mendekat seolah hendak mencekik setiap jalan keluar. Napasnya memburu bukan karena takut pada kematian yang mengintai, melainkan karena bayangan Melia yang terkurung di sana sendirian, terikat, dan berada di bawah kuasa orang-orang yang tak segan berbuat apa saja demi tujuan mereka. Salah satu panglima musuh melangkah maju sambil tersenyum sinis. “Kau sudah tidak punya jalan keluar, Tuan Muda. Serahkan senjatamu, ikut kami masuk dengan tenang, dan mungkin kami akan berkenan membiarkan istrimu tetap utuh.” Bara tidak menjawab seketika. Matanya menatap tajam ke arah dinding tebal itu, seolah berusaha menembusnya hanya denga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN