Cemburu Membara

1867 Kata

Perjalanan pulang terasa lebih sunyi dari biasanya, meski deru mesin mobil terus terdengar jelas. Bara memegang erat foto lama itu di telapak tangannya, matanya menatap kosong ke arah jalan raya yang gelap, namun pikirannya melayang jauh ke masa lalu yang berusaha ia kubur selama bertahun-tahun. Suara asing yang terdengar lewat telepon masih terngiang jelas di telinganya, membuat dadanya terasa sesak menahan rasa curiga yang perlahan tumbuh menjadi duri. Sesampainya di rumah sakit, suasana sudah kembali tenang namun tetap dijaga ketat oleh anak buahnya. Begitu melangkah masuk ke dalam kamar rawat, seluruh rasa lelah, amarah, dan kekhawatiran seketika luruh hanya dengan melihat sosok Melia yang terjaga dan menunggunya. Begitu mata mereka bertemu, Melia langsung mengulurkan tangannya dengan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN