Menjadi yang teakhir

2239 Kata

Madewi mengurus beberapa barangku dari rumah sewaanku di Ubud, aku juga sudah pamit pada kelas meditasi dan kerajinan tanah liat yang kuikuti, pun bertemu pemilik tempat kerjaku menjadi barista, aku pamit dengan baik-baik, pemiliknya menepati janji tidak akan mempersulit walau aku bekerja hanya empat bulan lamanya di sana. Madewi berjanji akan datang ke pernikahanku dan Athaar nanti. Saat terakhir bertemu, dia mengatakan sesuatu padaku mengenai hal yang sudah lama ia tunggu untuk disampaikan padaku. “Ingat pas kamu tragedi tenggelam?” mulainya. Mana mungkin aku akan lupa kejadian paling mengerikan lainnya? “Ingat, itu tragedi lain ditahun lalu yang enggak bisa aku lupakan sampai sekarang, aku masih belum berani bahkan nggak tahu siap kapan untuk kembali dengan selancarku.” Rasa rin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN