Hubungan kaisar Lee dan Panglima Han

1005 Kata
Sepertinya kaisar Lee butuh menenangkan diri, dia heran, kenapa hanya seorang wanita biasa bisa membuatnya begitu memikirkannya. Kaisar Lee pergi ke dekat bukit untuk melatih tenaga dalamnya, sekaligus ingin meluapkan kekesalannya, apa benar dirinya sedang cemburu? Jika itu benar itu akan sangat memalukan. Jelas dia tidak akan mengakui nya. Mengakui perasaanya sama saja menunjukkan kelemahannya. Setelah mengumpulkan banyak Cakra, dia mengalirkannya pada satu titik di tangannya, gumpalan udara berbentuk bulat berkumpul di kedua tangannya. Setelah siap, dia melemparkan bulatan bola angin ke arah sebuah pohon. Dan pohon tersebut langsung tumbang. Kaisar Lee menarik tenaga dalamnya kembali dan menghentikan latihannya, dia menarik napas dalam, lalu kemudian menghembuskannya perlahan. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan wanita itu, Yiping Xie, secara keseluruhan dia sempurna, dia cantik dan menawan, jadi wajar jika sahabatnya panglima Han juga tertarik padanya. Tapi masalahnya, adalah apa yang ada di dalam hatinya, kenapa yang di dalam sana begitu tidak rela? Lalu sebaiknya bagaimana dia bersikap. Dia teringat... Bukankah dirinya seorang kaisar? Dia bisa melakukan apapun yang dia mau, semua orang tunduk krpadanya. Kenapa hanya karena memikirkan seorang wanita dirinya menjadi bodoh dan tidak bisa berpikir? Sepertinya dia terlalu memanjakan Panglima Han selama ini. Kaisar Lee sadar, hubungannya dengan pria itu bukan sekedar hubungan pertemanan biasa, atau hubungan antara Kaisar dan bawahannya. Lebih dari itu. Mereka sudah berteman sejak mereka kecil. Dan sudah begitu banyak jasa yang di berikan ayah panglima Han untuk kerajaan ini. Dan sudah beberapa kali pria itu juga berusaha menyelamatkan nyawanya. Kaisar Lee teringat, saat mereka masih sama-sama remaja, Kaisar Lee pergi berburu ke hutan di temani para rombongan juga panglima Han. Hobinya itu sudah ia tekuni sejak berusia sepuluh tahun. Saat dirinya tersesat dan terpisah dari rombongan, hanya panglima Han yang tanpa takut menerobos hutan terlarang demi mencari dirinya. Berkat keberanian panglima Han, akhirnya Kaisar Lee selamat, padahal saat itu dia sedang di hadang beberapa srigala yang hendak memangsanya. Namun dengan gagah berani panglima Han melibas semua binatang buas itu dengan panahnya. Pria itu sudah sangat mahir memainkan panahan sejak kecil. Tidak hanya itu. Panglima Han juga sering menyelamatkannya dari hukuman yang di berikan mendiang ayahnya. Mendiang ayah nya juga sangat menyayangi pria itu karena ketangkasannya dan kecerdasannya, sehingga apapun yang di katakan pria itu, mendiang ayah nya langsung percaya begitu saja. Setiap Kaisar Lee di marahi oleh ayah nya, panglima Han yang memohonkan ampun untuk dirinya. Saat itu, Kaisar Lee kecil lupa mengerjakan tugas yang di berikan oleh gurunya, dia sadar memang malas jika harus belajar sejak kecil. Agar kaisar Lee kecil tidak di hukum oleh ayahnya, panglima Han selalu mengerjakan tugas pelajaran milik kaisar Lee. Dia... Panglima Han selalu berusaha ingin melindunginya. Jadi mana mungkin dia bisa marah pada pria itu? Seandainya pria itu menginginkan gadis kampungan itu, mungkin kaisar Lee tidak perlu berpikir dua kali untuk menyerahkannya. Tapi kenyataanya tidak semudah itu. Kedekatan mereka seolah menggores bagian dalam hatinya? Diam-diam ada seseorang yang mengawasinya dari kejauhan. Seorang pria dengan memakai cadar hitam, rambutnya putih dan bertengger di atas pohon. "Siapa itu?" Kaisar Lee menyadari kalau dirinya sedang di intai, namun pria itu segera melarikan diri. Melompat dari satu dahan ke dahan lainnya. Kaisar Lee hendak mengejar, tapi pria itu masuk ke bagian hutan terlarang. Langkah kaisar Lee terhenti. Dia tidak ingin gegabah dan masuk ke dalam jebakan musuh. *** Terlihat seorang wanita berpakaian merah dan dua wanita lainnya mulai memasuki kamarnya. Susan Xie langsung bisa mengenali wajah mereka, yang berjalan paling depan itu adalah ratu Fininx, dan dua wanita di belakangnya itu tidak lain dan tidak bukan adalah selir Lisun dan Selir Xio Er. Jubah merah yang berserak hingga ke lantai membalut tubuh Ratu Finix. Kerahnya turun hingga memperlihatkan buah d**a nya yang tampak menyembul. Wajah wanita ini bagaikan bunga kembang sepatu, alisnya tajam seperti baru saja di ukir dengan pensil alis terbaik. Kedua bola matanya sangat indah namun terlihat dingin. Dagunya runcing, dan rambutnya di sanggul tinggi, secara keseluruhan wanita ini sangat cantik sekaligus angkuh. Di belakangnya, berjalan dua wanita yang berpakaian sama, namun berbeda warna, Selir Lusin menggunakan pakaian warna ungu, sedangkan Xio ER mengenakan warna hijau muda. Belahan d**a mereka juga tampak menonjol. Jika di ingat-ingat mereka berdua seperti ada di film kolosal yang dulu sering Susan Xie tonton, yaitu serial siluman ular putih. "Ratu Finix... Untuk apa kita kemari? Kenapa yang mulia mau merendahkan diri datang kemari untuk melihat saingan mu sendiri?" Selir Lisun berusaha membuka suara. Susan Xie masih diam mendengarkan. Sebenarnya apa tujuan mereka kemari? "Saingan? Apa kau bercanda? Apa mungkin seorang gadis biasa yang tak jelas asal usul nya ini bisa menjadi saingan yang mulia ratu yang sangat cantik dan keturunan bangsawan pula?" Dalam keadaan seperti ini, selir Lisun tidak menyangka jika selir Xio Er yang biasanya lamban, bisa menangkap arah pembicaraanya dengan cepat. Jelas perkataan kedua selir itu tidak enak di dengar di telinga Susan Xie. Namun Susan Xie berusaha bersikap tenang, dari pandangan matanya, tidak sedikitpun terlihat amarah. "Selir Lusin, Selir Xio Er, jangan salah sangka, kedatanganku kemari hanya ingin menjenguk keadaanya. Kalian juga bersikap hormat padanya, dia juga salah satu selir kaisar Lee, sama seperti kalian," setelah dari terdiam akhirnya ratu Finix turut membuka suara. Selir Lisun mengangkat alisnya dan pura-pura berkata, "ratu Finix tidak hanya cantik, hatinya juga baik, dia bersikap baik pada semua orang. Jelas dia yang terbaik." Nada suaranya benar-benar seperti seorang penjilat, dan lirikan matanya penuh sindiran ke arah Susan Xie. Susan Xie diam-diam malah tertawa dalam hati, tidak tahu sebenarnya drama apa yang sedang di perlihatkan ketiga wanita di depannya itu. Apa mungkin mereka sedang membuat siasat? Dia teringat akan pesan yang di katakan panglima Han terhadapnya sebelum meninggalkan kamarnya tadi, pria itu menyuruhnya untuk berhati-hati kepada ketiga wanita itu. Susan Xie sadar, kedua selir yang tampak seperti siluman ular putih dan siluman ular hijau itu. Dari tadi hanya ingin mengejeknya. Lalu bagaimana dengan sang ratu? Apa tujuannya kemari? Dia terilhat paling mengerikan di antara semuanya, karena ekspresi wajahnya yang tidak mudah di tebak. Wanita itu lebih mirip siluman rubah yang memiliki banyak siasat. Siluman rubah dan Siluman ular betina berkumpul. Bersambung.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN