Lelaki yang memperkenalkan diri sebagai Ali Hakim Ramadhan, kini berjalan santai meninggalkan ruang kelasnya. Mumpung masih ada waktu istirahat selama setengah jam, ia berniat menyusul beberapa temannya untuk sarapan di kantin. Sedangkan pria dewasa yang masih terduduk di kelas, mencoba menetralkan rasa mualnya dengan minum air jahe yang ia bawa dari rumah. Ia memperhatikan kotak bekal makanan yang diberikan oleh mahasiswanya yang bernama Ali. Garis bibirnya tertarik ke atas. Dalam hati mengucap syukur pada Allah untuk awal hari yang sangat baik. "Saya permisi, sampai jumpa besok," pamitnya pada beberapa mahasiswa yang masih berada di dalam kelas. Sambil menggendong tas punggungnya dan membawa kotak bekal tadi. Anton berjalan keluar kelas menuju ruang dosen, yang letaknya cukup jauh dar

