Part 34

1531 Kata

Ga pake target vote, asal ada yang baca saja sudah alhamdulillah??? Selamat membaca. Sudah sebulan berlalu, sejak terakhir kali Anton melihat Parmi malam itu. Lelaki itu masih setia menyusuri jalan sekitaran restoran cepat saji. Mulai dari jam sepuluh pagi, hingga menjelang ashar. Ia masih berkendara dengan motor maticnya. Matanya jeli memperhatikan setiap sudut gang atau jalan besar, berharap ia menemukan Parmi disana. Namun, tidak ada pertanda apapun. Anton berhenti sejenak di rumah makan padang, perutnya yang sudah sangat keroncongan, benar-benar minta diisi. Wajahnya masih terlihat pucat, meskipun sudah lebih segar dari kemarin. Ia memesan nasi dengan lauk ikan mujaer serta kuah gulai. Ia juga memesan air teh tawar hangat untuk menghilangkan dahaganya. Bepp..beeep.. Ponselnya ber

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN