Part 24

766 Kata

"Ga pantes lu ada di sini, gue akan lapor Bu Erna, biar lu dipecat!" Iqbal dengan langkah kasar meninggalkan Anton yang masih menunduk memegang pipinya yang bengkak. Wanita bernama Susi menghampirinya dengan wajah khawatir. "Mas," panggilnya sangat pelan. Mencoba memperlihatkan raut wajah penuh iba dan kasih. "Tidak sekarang ya, tolong! Saya banyak masalah." Anton membereskan buku-buku dan juga laptopnya, semua ia masukkan ke dalam tas ranselnya. Wanita yang bernama Susi itu cemberut, karena dicueki oleh Anton. "Semoga istrinya gak balik lagi, jadi cuma aku yang jadi istrinya," gumam Susi dalam hati. "Uueekk ...uueeek...." Kembali lagi Anton mual-mual. Dengan langkah sedikit terhuyung ia meninggalkan ruang guru menuju parkiran motornya. Sebenarnya ia sangat lemas, tetapi ia harus pulan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN