Pandhu tertegun, jauhnya oma berharap. Sebegitu percayanya oma pada Adera, padahal gadis itu juga belum siap untuk membuka hati lagi. Apalagi untuk menerima dirinya, Pandhu menggelengkan kepalanya. “Jangan terlalu dipikirkan Savannah, itu bukan hal yang besar. Oma hanya khawatir pada kelajanganku ini, tapi tenang saja. Aku bisa mengurus diriku sendiri." Pandhu bersuara dengan cukup yakin. Pria itu lalu tersenyum kecil dan mengusap kepala gadis itu. Adera mengerutkan alisnya, gadis itu menelan ludahnya pelan. Tidak tahu Meu berkomentar apa atas tanggapan Pandhu. “Terima kasih sudah menemaniku di sini. Maaf aku mengabaikanmu beberapa saat yang lalu. kamu tahu oma, satu-satunya yang merawatku setelah ibuku pergi, setelah aku patah hati beberapa tahun yang lalu. Dia selalu ada untuku Savanna

