Pandhu merapikan rambut-rambut kecil yang mengganggu di wajah Adera. Adera membiarkan saja apa yang dilakukan oleh pria itu, dirinya juga malah merasa nyaman dengan apa yang dilakukan oleh pria itu. "Begini lebih nyaman Savannah,” Pandhu segera mengecup kepala gadis itu, dengan menghirup aroma wanita ini rasanya dirinya menjadi lebih tenang. Adera tidak berbuat banyak, dirinya juga memejamkan matanya dalam pelukan pria ini. Pandhu menarik senyum melihat Adera yang kini terpejam dalam pelukannya, gemas banget lihatnya. “Aku sangat merindukanmu Savannah.” Pria itu bersuara dengan serak. Adera membuka matanya, Pandhu mengangkat dagu gadis itu sehingga mata mereka bertatapan. Adera menelan ludahnya, kalau serius seperti ini kok Pandhu terlihat lebih tampan? batin gadis itu. Pandhu kini terpa

