Pulang dari butik Fenola, Adera masih memikirkan ketakutannya akan langkah yang telah diambilnya. Walaupun tadi, Fenola sudah menjelaskan dengan logis alasan-alasan pendapatnya tetap saja Adera tidak bisa mengambil keputusan sebesar itu. Membulat mata Adera melihat Wilson yang kini sudah ada dalam depannya. Gadis itu buru-buru membalikkan badan, mengela napas dan berjalan dengan lebih cepat. Duh, gara-gara jalan sambil mikir gue sampai gak sadar kalau Wilson ada disini juga. Lagian kenapa dia bisa ada di kompleks perusahaan Fenola? Adera berjalan semakin cepat ketika merasakan ada yang mengikutinya. “Ini penting Adera, aku mohon.” Wilson berteriak, Adera masih mengeraskan hatinya. Wanita itu masih tetap berjalan tanpa mengindahkan pria itu. Wilson yang tidak diindahkan tidak lurus ada,

