Melihat Adera yang kini terdiam, Radit menghela napasnya. Mungkin aku terlalu dalam berbicara pada gadis ini. Bagaimana pun juga itu urusan mereka masing-masing. Tapi kasihan sih kalau mereka akan terluka nantinya. “Maaf Adera, lupakan apa yang aku katakan tadi. Aku hanya ingin tahu bagaimana hubunganmu dengan para sahabatmu dan juga mantan tunanganmu itu. Aku ingin tahu tentang hal itu, aku tidak ingin menyimpulkan dari berita-berita yang beredar di luar sana.” Radit tersenyum dengan tulus, Adera balas tersenyum. Gadis itu terdiam beberapa saat ketika Calista masuk membawakan minuman untuk mereka berdua. Calista juga menatapnya tak kalah sinisnya. Setelah kepergian Calista barulah Adera membuka mulutnya menjawab pertanyaan dari Radit. “Hubunganku dengan para sahabatku baik-baik saja,

