Walaupun ini bukan pernikahan yang sesungguhnya seperti pernikahan orang lain, Adera juga tidak ingin memiliki pasangan hidung belang. Pokoknya itu pantangan nomor satu dalam hidupnya. Bisa patah hati berkeping-keping kalau punya pasangan seperti itu. “Ih, mbak mah apa yang mbak bisa tahu. Orang mbak juga belum lama kenal pak Pandhu.” Adera mengernyitkan alisnya, tahu dari mana lagi anak ini kalau dirinya belum lama mengenal Pandhu? “Sok tahu banget kamu, memang tahu dari mana?” Adera bertanya dengan raut penasaran pada pria itu. Erik kembali menepuk dadanya dengan bangga. “Erik mah, semunya tahu. Jangan ditanya lagi.” Adera mencibir, gadis itu lalu kembali menatap ponselnya. “Alah, Lo pikir diri Lo itu Tuhan apa mau tahu semuanya? Dasar bocah.” Adera kembali mencibir Erik yang kini t

