Pandhu yang sudah ada di mobilnya untuk pergi menemui klien memerhatikan Erik yang banyak diam. Tumben banget bocah ini banyak diam, biasanya juga tidak bisa diam. “Kenapa kamu diam? Ada masalah lagi dengan bapak kamu?” Erik menoleh pada Pandhu, pria itu menggelengkan kepalanya. Lalu, kembali fokus pada kemudinya. “Terus kenapa dari tadi diam?” Erik mengangkat alisnya, bisanya kalau dirinya banyak mengoceh Pandhu akan memarahinya. Hari ini dirinya diam Pandhu juga bertanya kenapa dirinya terdiam, hem. “Bingung mau bahas apa,” singkat Erik. Pandhu menghela napasnya, pria itu mematikan tablet miliknya dan kembali memfokuskan pandangannya ke depan. “Tadi istriku, ngomong apa sama kamu?” Erik mengembuskan napasnya dengan pertanyaan dari Pandhu. Pria itu melirik Pandhu dari cermin yang ad

