Plak! Plak! "Anak bodoh!" Plak! "Pa sudah Pa." Vania berusaha keras menahan tangan Arga agar suaminya itu berhenti menamapar Fino. "Anak nggak tau diri kayak dia memang pantas dapatin semua ini. Bisanya cuma bikin malu keluarga." Fino yang mendengar semua perkataan Arga hanya diam sambil merasakan sakit yang menjalar di sekujur tubuhnya. Tidak peduli kalau mereka sedang di kantor polisi Arga terus menampari pipinya hinga membuat ujung bibirnya sobek dan mengeluarkan darah. "Papa nggak nyangka sama kamu Fino. Papa sudah kasih semuanya sama kamu tapi ini balasan kamu? Ini balasan dari kemewahan yang Papa kasih, iya?" Fino semakin mengeraskan rahangnya. Kedua tangan cowok itu mengepal. "Percuma ngerasain kemewahan kalau Papa sendiri nggak pernah ada buat Fino," desis cowok itu. "Apa

