"BELA!" Aurel melambaikan tangannya ke arah Bela yang tiba-tiba berbalik badan dan menjauh saat melihat keberadannya. Setelah Bela berhenti Aurel langsung berlari mendekat. Aurel sangat merindukannya. Mulai dari kejadian malam itu Bela terus menjauh dari Aurel, Bela bilang kalau dia malu saat bertemu Aurel. Bahkan di kelas pun mereka hampir tidak pernah berbicara hanya untuk sekedar basa-basi padahal meja mereka berdekatan. Hal itu sungguh membuat Aurel tidak nyaman. "Ada apa Rel?" tanya Bela terkesan kaku tidak seperti Bela yang ceria. "Lo kenapa hindarin gue terus Bel, lo nggak mau temanan sama gue lagi?" Bela menghela nafasnya, gadis itu sedikit menyelipkan rambutnya ke belakang telinga. "Bukan nggak mau temanan, cuma gue nggak enak aja. Lo terlalu baik buat gue Rel. Gue ngerasa n

