Tujuan kita bertemu ya untuk berpisah, sedangkan kembali adalah bonusnya. Sejak tiga jam yang lalu setelah dokter menyatakan bagimana keadaan Kenzie setelah kecalakan itu, kini Aurel masih termenung di tempat tidurnya. Gadis itu duduk di meja belajarnya, menatap layar ponsel yang terbuka menunjukan wallpaper seorang cowok yang tengah membawah bunga matahari. Air mata Aurel tak berhenti menetes. Bajunya pun belum dia ganti, masih ada bercak darah Kenzie di sana. Aurel masih belum bisa percaya dengan semua ini, bayangkan hanya dalam waktu satu malam semuanya hancur. Aurel mengambil ponselnya menatap foto cowok itu, secara otomatis kepingan-kepingan memori kenangannya dengan Kenzie berputar memenuhi kepala Aurel. Mulai dari awal mereka bertengkar, jalan-jalan, dufan, pasar malam, ladang

