"Mau ke mana kamu Bang?" Langkah Fino terhenti di anak tangga terakhir. Matanya menatap ke arah ruang keluarga di mana ada Arga, Vania, dan Gladis tengah duduk di sana. "Bukan urusan Papa." Arga berdiri menghampiri Fino. Tak segan-segan Arga mengeplak kepala Fino. Menatap anaknya itu tajam. "Bukan urusan Papa? Emangnya anak siapa kamu ha?" Vania dan Gladis yang melihat itu langsung ikut berdiri. Gladis yang ketakutan karena papanya marah hanya bisa memegang erat blezer yang Vania kenakan. "Ini udah malam kembali ke kamar!" Perintah Arga. Fino berdecih menanggapinya. Cowok itu tersenyum miring dan bisa-bisanya Fino membalas tatapan Arga dengan tak kalah tajamnya. "Fino udah gede Pa! Papa nggak bisa selamanya ngelarang-ngelarang Fino. Fino punya urusan sendiri di luar sana yang h

