Jangan marah

1183 Kata

"Rel?" panggil Kevin dari atas motornya. Kini setiap pagi Kevin selalu mengantar Aurel namun lupa untuk menjemputnya. "Apa?" "Jauhi Kenzie!" perintah Kevin. Aurel mendengus kesal. "Serah lo!" ujarnya lalu langsung membalikkan badan dan pergi tanpa menghiraukan Kevin di sana. Gadis itu melewati lorong yang ramai, banyak bisikan yang menyeruak ke indera pendengarannya. Cewek-cewek di sini secara terang-terangan menyebut nama Aurel yang jelas ada di hadapan mereka. Apa ini yang namanya ngomongin di depan? "Itukan pacarnya Kenzie?" "Serius itu pacarnya Kenzie? Gila masih cantikan gue kemana-mana lah!" "Mungkin Kenzie belekan pas nembak dia mangkannya nggak bisa lihat." "Pakai pelet mungkin." "Tapi kalau diperhatiin lama-lama cantik juga sih." Aurel geram. Gadis itu langsung masuk ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN