“Tidak ada yang salah kan kalau kamu minum dari bekas bibir istri kamu, Erick?” Ilona tersenyum licik dengan sebelah alis terangkat. Erick menatapnya dingin. Mereka hidup di rumah tangga yang serba kaku, dingin, angker dan ganjil. Ilona dan Erick terpenjara dengan kehendak keluarga masing-masing tanpa memikirkan bahwa menikah tanpa cinta akankah berdampak pada psikologis keduanya. Keluarga tidak memikirkan hal itu. Mereka hanya ingin melakukan hal yang semestinya. Tradisi perjodohan. “Kenapa Bos Erick yang terhormat?” Ilona memasang ekspresi yang dibenci Erick. Senyum manis penuh kelicikan. Erick hanya diam menatap karyawan sekaligus istrinya itu. Rambut cokelat Ilona yang identik dengan kuncir kuda dan terkadang tergerai lurus, mata almondn

