BAB 22

1457 Kata

        “Tidak ada yang salah kan kalau kamu minum dari bekas bibir istri kamu, Erick?” Ilona tersenyum licik dengan sebelah alis terangkat. Erick menatapnya dingin.             Mereka hidup di rumah tangga yang serba kaku, dingin, angker dan ganjil. Ilona dan Erick terpenjara dengan kehendak keluarga masing-masing tanpa memikirkan bahwa menikah tanpa cinta akankah berdampak pada psikologis keduanya. Keluarga tidak memikirkan hal itu. Mereka hanya ingin melakukan hal yang semestinya. Tradisi perjodohan.             “Kenapa Bos Erick yang terhormat?” Ilona memasang ekspresi yang dibenci Erick. Senyum manis penuh kelicikan.             Erick hanya diam menatap karyawan sekaligus istrinya itu. Rambut cokelat Ilona yang identik dengan kuncir kuda dan terkadang tergerai lurus, mata almondn

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN