BAB - 16

1175 Kata

            Ilona menampar Sheila dengan kemurkaannya pada wanita itu. Dia menatap Sheila dengan tatapan tajam yang apabila dilihat Erick akan sangat menyakitkan. Napasnya memburu dan dia kembali menampar wajah Sheila dengan teramat keras.             Sheila yang menerima tamparan itu tidak membalas. Dia cukup puas melihat ekspresi Ilona. Dia senang karena berhasil membuat Ilona menerima kekalahannya dan tamparan itu dianggap sebagai kekalahan Ilona.             “Seharusnya kamu cepat pergi dari sini karena posisimu akan aku gantikan, Ilona.” Sheila berkata dengan sangat renyah dan penuh dengan seringai yang memuakan.             Ilona menggeleng. Dia mencoba menenangkan diri. Dia tidak pernah mau menyakiti orang lain apalagi menamparnya meskipun orang itu dengan sengaja menyakitinya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN