Raihan melemparkan uang di muka seorang wanita yang telah ditidurinya semalaman. Dia menyunggingkan senyum arogannya pada wanita yang dengan lahapnya mengumpulkan uang ratusan ribu rupiah yang berjatuhan. “Hanya segitu harga dirimu.” dia berkata dengan nada melecehkan. Wanita itu tidak peduli dia terus mengumpulkan uangnya dan segera pergi meninggalkan pria yang memandang rendah dirinya itu. Dia butuh uang dan dia tidak peduli apa pun perkataan pria yang katanya anak seorang konglomerat ini. Baginya, harga dirinya tidak penting karena ibunya sedang sekarat sekarang dan dia butuh uang untuk pengobatan ibunya. “Kamu terlalu kaku.” komentar Raihan sebelum wanita itu lenyap dari pandangannya. “Terserah kamu mau bilang apa. Saya b

