Raihan menatap tubuh wanita yang terkapar di atas lantai dengan darah mengalir anyir. Dia tidak berniat membunuh Sheila. Tapi wanita itu begitu agresif untuk membunuh Ilona. Raihan tidak memiliki niat buruk pada Sheila. Dia—tentu saja berada di pihak Sheila, sayangnya, dia mengenal Ilona dan dia tidak berani menyentuh Ilona setelah tahu siapa wanita yang dapat dikenalinya lewat mata dengan iris hitam itu. Soal pembunuhan tak pernah ada ditawaran yang diberikannya pada Sheila. Dan Raihan tidak pernah menyetujui ada wanita yang harus kehilangan nyawanya. Bukan akhir seperti ini yang Raihan inginkan. Dia ingin menikmati Ilona dan membuat Erick dan Ilona berpisah. Ya, hanya itu. Dia hanya dendam pada Dion karena Dion sudah berulang kali memukulnya. Dia tidak punya masalah dengan Erick

