“Tadinya aku pikir aku salah mengira. Namun setelah aku memastikan sekali lagi, ternyata perkiraanku memang benar. Aska yang kalian maksud itu adalah Aska yang selama ini telah membunuh gadis yang kucintai sekaligus calon anakku.” terang Rian dengan jelas. “Apa?!” Gilang melebarkan bola matanya dengan raut wajah terperangah tidak percaya. XXX Sia kembali membuka kedua matanya yang langsung bertatapan dengan kedua mata Aska. Gadis itu akhirnya berakhir tertidur dengan tangan yang bertengger nyaman di pinggang ramping Aska, membuat pria itu tersenyum kecil ketika menyadarinya. Aska menunggu beberapa saat sambil memerhatikan wajah tidur Sia, sekaligus sibuk bergelut dengan pikirannya, hingga gadis itu akhirnya mulai terbangun dari tidurnya. Aska melempar senyuman lebar ke arah Sia

