"Aku tau, Lang. Aku akan memikirkan ini nanti. Sekarang bisakah aku keluar? Ini sudah semakin gelap. Aska pasti sudah menungguku pulang sejak tadi." pinta gadis itu sambil melempar senyum kecilnya ke arah Gilang. Gilang menjadi terdiam kembali. "Sia, bisakah aku meminta ciuman sekarang?" pinta Gilang kemudian dengan tatapan seriusnya. Sia sontak membolakan kedua matanya, terkejut mendengar permintaan pria itu yang tidak disangka-sangka. Selama ini kontak fisik yang mereka lakukan hanya sejauh cium kening saja, dan itu juga bisa dihitung dengan jari saking jarangnya dilakukan. Dan saat ini, Sia menyadari apa yang dimaksud ciuman yang telah dikatakan pria itu barusan. "Ha?" "Aku mau ciuman, Sia. Sekarang juga!" tegas Gilang. Sejenak kedua mata mereka saling bertatapan sesaat sebelum akhin

