71.

1708 Kata

"Akhirnya kalian muncul juga. Kenapa lama sekali, sayang?" tanya Yuna kepada mereka berdua. "Maaf, tante." sesal Sia yang merasa tidak enak karena membuat mama dan papa Aska menunggu mereka lama. "Aska, kenapa lesu sekali?" tanya Raharja yang memerhatikan pria di depannya itu. Raharja duduk di bagian ujung, sebagai kepala keluarga. Sedangkan Yuna dan Aska masing-masing duduk di tiap sisi pria paruh baya itu. Diikuti dengan Sia yang duduk di sebelah Aska. Dengan begitu, Raharja bisa memerhatikan dengan jelas raut wajah Aska yang terlihat sedikit pucat. Terlebih pria itu lebih terlihat sedikit lebih tenang dari biasanya, membuat Raharja menyadari keanehan itu. Sia menoleh ke arah Raharja sejenak sebelum ikut melempar pandang ke arah Aska yang kini tengah menundukkan kepalanya. "Aska sakit

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN