"A-aska maafkan aku..." Aska tidak peduli dengan air mata Rasya yang telah meleleh deras di kedua pipinya. "Aska..." gumam lirih Rian yang masih bertelanjang d**a setelah baru saja menyelesaikan acara mandinya. "Lo b******k, Rian! Lo sialan! Pengkhianat!" "Aska! Aska berhenti! Tolong berhenti! Jangan pukul Rian lagi, kumohon Aska!" "Diam kamu, Rasya! Lo harus mati di tangan gue, Rian!" bentak Aska sambil tetap melempar tinjunya ke arah sahabat, ah maksudnya mantan sahabatnya itu. Darah Rian beberapa sudah bercecer di atas lantai, membuat Rasya semakin tidak bisa membiarkan mereka berdua. Dengan memberanikan dirinya Rasya menahan lengan Aska yang hendak melempar pukulan kembali ke arah Rian. "Aska berhenti! Jangan pukul la-" "Minggir! Jangan halangi aku lagi!" bentak Aska sambil mend

