67.

1821 Kata

"Selalu ingat ini. Aku bisa memberikan segalanya untuk kamu, dan aku, juga bisa menyingkirkan segalanya yang menghalangi jalanku untuk bersama dengan kamu. Termasuk Gilang." lanjut Aska. Sia menggelengkan kepalanya pelan berusaha menolak ucapan pria itu. "Aska, aku bukan Rasya. Kumohon mengertilah dan sadarlah sekarang juga. Aku bukan Rasya, aku Sia hiks hiks! Kamu gak bisa ngatur-ngatur hidup aku sejauh ini!" isak tangis gadis itu semakin terdengar. Sia berusaha keras untuk menyadarkan pria itu. Aska selalu bersikap keterlaluan terhadapnya. Rasa cinta Aska telah berada di arah yang salah. Pria itu mengatakan cinta pada orang yang salah. Dirinya bukan Rasya. Berkali-kali Sia mengatakan hal itu namun pria itu seolah menolak kenyataan yang ada. Bukannya merasa ikut bersedih dengan tangisan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN